Kamis, 19 Maret 2015

ANALISIS KEPUASAN PENGUNJUNG ZALORA MEMAKAI DIMENSI KUALITAS WEBSITE

ANALISIS KEPUASAN PENGUNJUNG ZALORA MEMAKAI DIMENSI KUALITAS WEBSITE

1.1     Pendahuluan
Kemajuan teknologi komputer dalam segala bidang ilmu pengetahuan dikehidupan sehari-hari memang peranan yang cukup besar.Komputer biasanya digunakan untuk menghasilkan atau membuat suatu informasi.Internet merupakan media informasi yang sangat cepat dan efisien dalam penyebaran informasi dan tidak lepas oleh jarak dan waktu, sehingga keberadaan media ini telah membentuk suatu budaya masyarakat yang baru, untuk mencari informasi diinternet dapat dilakukan dengan mengujungi situs yang berhubungan dengan informasi yang dibutuhkan.Website merupakam salah satu aplikasi pada internet yang berupa informasi hypertext, dimana pencari informasi dapat membaca dan menelusuri informasi tersebut secara virtual tanpa terikat pada media tertentu.Melalui website dapat memasarkan produk dan jasa.Perkembangan internet telah mempengaruhi perkembangan ekonomi, berbagai transaksi jual beli yang sebelumnya hanya bisa dilakukan tatap muka, kini sangat mudah dan sering dilakukan internet transaksi jual beli melalui internet ini disebut e-commerce.Untuk menunjang kehadiran ecommerce, website merupakan salah satu komponen penting.Karena, para pengguna internet yang ingin berbelanja secara online pasti mengunjungi website terdahulu dan setelah itu memilih barang yang ingin di beli.Website adalah salah satu sistem dimana informasi dalam bentukteks, gambar, suara, dan lain-lain yang dipresentasikan dalam bentuk hypertext dan dapat diakses oleh perangkat lunak yang disebit browser.Onlineshop Zalora terdapat penurunan responden yang mengunjungi website, perkiraan banyaknya responden yang mengunjungi website Zalora, dari traffic bounce dalam persen (%), bahwa adanya traffik yang melambung jauh turun.Pada awal tahun 2012 telah terjadi penurunan yang sangat jauh sari tahun sebelumnya, dimana adanya penurunan orang yang mengujungi website Zalora tanpa melihat semua halaman atau info-info yang diberikan dalam website Zalora.Sehingga penulis ingin meneliti kualitas website Zalora terhadap ekspetasi, persepsi dan kepuasan pengujung website Zalora, apakah sudah memenuhi kebutuhan pengunjung saat melihat website zalora tersebut.Karena sekarang banyaknya penjualan secara online, banyak website yang bersaing dengan cara memberikan tampilan yang menarik di situs website mereka sendiri, dengan memberikan pelayanan dan informasi yang akurat sehingga para konsumen tidak ragu untuk bertransaksi untuk membeli suatu barang, keunikan dari website Zalora sendiri adalah Zalora salah satu cabang Zalando di Eropa, Zalora menjual berbagai macam merek terkenal, Zalora memberikan ongkos gratis sehingga banyak orang yang tertarik dengan yang ditawarkan, Zaloramembuat website yang menarik sehingga banyak konsumen yang tidak bosan, dan Zalora mempunyai banyak iklan, misalkan setiap kita buka link lain akan muncul link iklan website Zalora.Maka dari itu Zalora Indonesia membuat situs website zalora.co.id untuk para konsumen agar lebih mudah melihat produk yang diberikan dan semua informasi yang lengkap tentang zalora.Website zalora sendiri dibuat semenarik mungkin agar konsumen yang mengujungi website
zalora memiliki kepuasan untuk melihat produk yang diberikan sehingga dapat terjadinya transaksi beli.Jika sudah terjadi transaksi beli maka sudah mencapai kepuasan pelanggan.Dilihat dari produk-produk yang dijual oleh Zalora lebih disukai dan diminati oleh para remaja atau mahasiswa, maka penulis mengambil populasi dan sample mahasiswa Telkom University sebagai responden yang di teliti.Melalui website juga zalora memberikan informasi barang yang sale dan barang baru, sehingga konsumen tidak harus pergi ketoko untuk melihat barang-barang baru yang ingin dibeli.Dizalora konsumen cukup masuk kesitus website zalora dan meng-klik informasi yang diinginkan dan tinggal melakukan transaksi.Dengan munculnya belanja online banyak mempermudah orang untuk tidak lagi mengeluarkan tenaga untuk pergi ketoko cukup hanya mencari website toko tersebut dan melakukan transaksi.Karena itu penelitian ini bermaksud mengetahui kepuasan pelanggan yang mengujungi website ZALORA Indonesia zalora.co.id dengan memakai dimensi kualitas website melalui penelitian yang berjudul ANALISIS KEPUASAN PENGUJUNG ZALORA MEMAKAI DIMENSI KUALITAS WEBSITE.
1.2     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Ekspetasi kualitas website pengunjung Zalora?
2.      Bagaimana persepsi kualitas website pengunjung Zalora ?
3.      Bagaimana kepuasan pengunjung Zalora?
1.3     Metode Penelitian
Berdasarkan latar belakang rumusan masalah dan tujuan penelitian.Penelitian ini dapat dikategorikan sebagai penelitian deskriptif, studi deskriptif dilakukan untuk mengetahui dan menjadi mampu untuk menjelaskan karakteristik variabel yang diteliti dalam suatu situasi (Sekaran 2011:158). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kepuasan pelanggan memakai dimensi kualitas website. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan survey melalui kuisioner. Penelitian ini menggambarkan dimensi kualitas website dalam kepuasan pelanggan yang surveynya dilakukan pada tahun 2013. Variabel Operasional Menurut Sekaran (2006:4), mengoperasikan variabel berarti mendefinisikan sebuah konsep secara operasional tidak meliputi penguraian alasan, latar belakang, konsekuensi, atau korelasi konsep. Menurut Sekaran dan Bougie (2010:127), menyatakan bahwa yang dimaksud dengan operasionalisasi adalah “(sebuah teknik yang dilakukan dengan cara menurunkan konsep atau teori kedalam beberapa perilaku atau karakteristikkarakteristik).
Analisis GAP Gap = Persepsi – Ekspektasi Jika telah diketahui persepsi dan ekspektasi rata-rata, maka dilakukan perhitungan gap antara kedua hal tersebut.Nilai selisih antara persepsi dan ekspektasi ini menunjukkan tingkat keberhasilan implementasi yang dilakukan. Adapun rumus untuk mencari nilai gap adalah: Gap = Persepsi – Ekspektasi Untuk tingkat kinerja, yang paling rendah terjadi pada saat kinerja jauh di bawah harapan, yaitu pada saat kinerja minimum  : (1) sedangkan harapan maksimum (4). Skor minimum diperoleh adalah 1-4 = -3. Sebaliknya tingkat kinerja maksimun (4) sedangkan harapan minimum (1), skor maksimumnya adalah 4-1 = 3.Jadi, rentang tingkat kinerjanya adalah -3 sampai dengan 3.
1.4     Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil beberapa kesimpulan yang diharapkan dan memeberikan jawaban terhadap rumusan masalah dan tujuan penelitian, yaitu sebagai berikut: 1. Berdasarkan tanggapan responden, Ekspetasi kualitas website Zalora masih rendah dikarenakan hasil Gap yang dicapai adalah -0,107, dimana Kualitas Pengguna memiliki Gap tertinggi 0,028 yaitu Tampilan Menarik, Kualitas Informasi memiliki Gap tertinggi 0,025 Informasi Yang Detail, dan Kualitas Interaksi 0,12 yaitu Memiliki Reputasi Yang Bagus. 2. Berdasarkan hasil tanggapan responden, Presepsi kualitas website Zalora masih rendah dikarenakan hasil Gap yang dicapai adalah -0,107, dimana Kualitas Pengguna memiliki Gap tertinggi 0,028 yaitu Tampilan Menarik, Kualitas Informasi memiliki Gap tertinggi 0,025 Informasi Yang Detail, dan Kualitas Interaksi 0,12 yaitu Memiliki Reputasi Yang Bagus. 3. Berdasarkan hasil analisis GAP yang dilakukan bisa dinyatakan bahwa website Zalora belum memenuhi kebutuhan pengunjung Zalora dan pengujung Zalora belum puas dengan dimensi kualitas website Zalora. Saran Berdasarkan kesimpulan di atas, menunjukkan hasil yang kurang bagus bagi Zalora dilihat dari hasil Gap tertinggi yaitu -0,107 di Kualitas Penggunaan bahwa masih banyak responden yang kurang tertarik dengan tampilan yang diberikan website Zalora, maka dari itu Zalora harus meningkatkan tampilan websitenya lebih bagus lagi agar lebih banyak responden yang tertarik untuk mengunjungi website Zalora. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis kepuasan pengunjung, tenyata pengunjung website Zalora belum puas derngan pelayanan website Zalora maka dari itu Zalora harus terus menganalisis pengunjung website Zalora sehingga mengetahui informasi apa yang dibutuhkan pengunjung. Penulis ingin mengajukan saran untuk penelitian selanjutnya dalam rangka pengembangan penelitian pada topik yang sama adalah penelitian selanjutnya dapat menganalisis kepuasan responden memakai salah satu dari ke empat Gap yang ada antara lain Kesenjangan antara harapan konsumen dan presepsi manajemen, Kesenjangan antara presepsi manajemen dan spesifikasi kualitas jasa, Kesenjangan antara spesifikasi kualitas jasa dan penghantaran jasa, dan Kesenjangan antara penghantaran jasa dan komunikasi ekseternal.


Baca Selengkapnya Di :

https://www.google.co.id/?gws_rd=cr,ssl&ei=aGELVaiaOI-2uASA24LQCw#

ANALISIS PENGARUH KEPERCAYAAN, KEMUDAHAN DAN KUALITAS INFORMASI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SECARA ON LINE DI SITUS KASKUS


ANALISIS PENGARUH KEPERCAYAAN, KEMUDAHAN DAN KUALITAS INFORMASI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SECARA ON LINE DI SITUS KASKUS 

1.1     PENDAHULUAN
Bagi sebagian besar perusahaan saat ini, e-commerce lebih dari sekedar membeli dan menjual produk secara online. E-commerce meliputi seluruh proses dari pengembangan, pemasaran, penjualan, pengiriman, pelayanan, dan pembayaran para pelanggan, dengan dukungan dari jaringan para mitra bisnis di seluruh dunia. Sistem e-commerce sangat bergantung pada sumber daya internet dan banyak teknologi informasi lainnya untuk mendukung setiap proses ini. Selain alasan untuk pengembangan bisnis, penggunaan sumber daya internet dikarenakan jumlah potensial dari pengguna internet di seluruh dunia yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.
 Kaskus adalah situs forum komunitas maya terbesar di Indonesia. Kaskus lahir pada tanggal 6 November 2000 oleh tiga pemuda asal Indonesia yang sedang melanjutkan studi di Seattle, Amerika Serikat. Situs ini dikelola oleh PT. Darta Media Indonesia. Kaskus, yang merupakan singkatan dari Kasak Kusuk, bermula dari sekedar hobi dari komunitas kecil yang kemudian berkembang hingga saat ini. Kaskus dikunjungi sedikitnya oleh 500.000 orang, dengan jumlah page view melebihi 3.500.000 setiap harinya. Anggotanya, yang berjumlah lebih dari 900.000, tidak hanya berdomisili dari Indonesia namun tersebar juga hingga negara lainnya.
Pengguna Kaskus umumnya berasal dari kalangan remaja hingga orang dewasa. Perkembangan Kaskus Keterangan Jumlah kunjungan per hari 3.500.000 kunjungan/hr Jumlah anggota (per November 2009) 1.194.697 orang Peringkat (per April 2010) 313 di dunia, 6 di Indonesia Sumber: www.alexa.com Jika seseorang ingin berbelanja di FJB (Forum Jual Beli) Kaskus, cukup mudah dan pada dasarnya sama dengan belanja konvensional (belanja di dunia nyata) yaitu dengan cara mencari barang yang diinginkan, berinteraksi kepada penjual, baik dalam melakukan tawar menawar sampai persetujuan pembelian barang, dan juga pengiriman barang yang telah di setujui untuk dibeli.
Terdapat banyak faktor yang menyebabkan seseorang untuk berbelanja online di situs Internet. Mulai dari biaya yang murah, kualitas jenis barang, kepercayaan, fasilitas kemudahan transaksi, sampai dengan beberapa faktor lainnya. Sejak awal didirikannya, Kaskus berhasil merespon kebutuhan pasar akan gaya hidup modern berbelanja online.

1.2     Rumusan Masalah
1.      Apakah terdapat pengaruh kepercayaan (trust) terhadap keputusan pembelian online (online purchase decision)?
2.      Apakah terdapat pengaruh kemudahaan (ease of use) terhadap keputusan pembelian online (online purchase decision)?
3.      Apakah terdapat pengaruh kualitas informasi (information quality) terhadap keputusan pembelian online (online purchase decision)?
1.3    Hipotesis
Hipotesis merupakan suatu ide untuk mencari fakta yang harus dikumpulkan. Hipotesis adalah suatu pertanyaan sementara atau dugaan yang paling memungkinkan yang masih harus dicari kebenarannya.
Hubungan antarvariabel dalam penelitian ini memiliki hipotesis sebagai berikut :
H1 : kepercayaan (easy of used), berpengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian online.
H2 : Kemudahan (ease of use), berpengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian online.
H3 : Kualitas Informasi (information Quality), berpengaruh secara positif terhadap keputusan pembelian online.
1.4     Metode Penelitian
Agar data yang telah dikumpulkan dapat bermanfaat bagi penelitian maka data haruslah dianalisis sedemikian rupa sehingga dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan. Adapun metode analisis data yang akan digunakan adalah analisis regresi berganda. Analisis regresi pada dasarnya adalah studi mengenai ketergantungan variabel dependen (terikat) dengan satu atau lebih variabel independen (variabel bebas), dengan tujuan untuk mengestimasi dan memprediksi ratarata populasi atau nilai rata-rata variabel dependen berdasarkan nilai variabel independen yang diketahui (Gujarati, 2003 dalam Ghozali, 2001). Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidaknya satu kuesioner (Ghozali, 2001). Satu kuesioner dinyatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Tingkat validitas dapat diukur dengan cara membandingkan nilai hitung r pada tabel kolom Corrected Item –Total Correlation dengan nilai tabel r dengan ketentuan untuk degree of freedom (df) = n-k, dimana n adalah jumlah sampel yang digunakan dan k adalah jumlah variabel independennya (Ghozali, 2001). Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika masing-masing pertanyaan dijawab responden secara konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Suatu kuesioner dikatakan handal jika nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,600 (Ghozali, 2001). Uji normalitas data bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen maupun independen mempunyai distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah yang memiliki distribusi normal atau mendekati norma (Imam Ghozali, 2005). Dalam penelitian ini digunakan cara analisis plot grafik histogram dan uji kolmogorov-smirnov (uji K-S). Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yaitu : daya tarik fasilitas (X1), kecakapan karyawan (X2), dan lokasi yang menarik (X3) terhadap keputusan pembelian ulang (Y) konsumen Pondok Serrata Semarang. Uji t digunakan untuk menunjukkan apakah suatu variabel independen secara individual mempengaruhi variabel dependen (Ghozali, 2001). Uji F bertujuan untuk menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan ke dalam model secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen (Ghozali, 2001).
1.5     Kesimpulan

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh makin maraknya pembelian sebuah produk melalui jaringan on line, khususnya melalui jaringan kaskus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kepercayaan, kemudahan, dan kualitas informasi terhadap keputusan pembelian. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1.Berdasarkan pada hasil analisis yang telah dilakukan, maka persamaan regresi yang terbentuk adalah sebagai berikut: Y = 0,186 X1 + 0,387 X2 + 0,626 X3. Dari persamaan regresi diatas menunjukkan bahwa ketiga variabel independen memiliki koefisien regresi yang bertanda positif. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga variabel independen mempunyai hubungan positif terhadap variabel dependen. Dengan kata lain berarti semakin baik kepercayaan maka semakin kuat keputusan pembelian oleh konsumen, semakin baik kemudahan yang diberikan oleh penyedia jasa, maka semakin kuat keputusan pembelian oleh konsumen, semakin baik kualitas informasi maka semakin kuat keputusan pembelian oleh konsumen.Variabel kualitas informasi (X3) mempunyai pengaruh paling besar terhadap keputusan pembelian yaitu sebesar 0,626. Selanjutnya diikuti oleh variabel kemudahan (X2) dengan nilai koefisien sebesar 0,387. Variabel kepercayaan (X1) berada di urutan ketiga dengan koefisien sebesar 0,186. Hasil Uji T menunjukkan bahwa H1, H2, H3 dapat diterima. Hal ini berarti menunjukkan : H1 = variabel kepercayaan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. H2 = variabel kemudahan berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. H3 = variabel kualitas informasi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Nilai koefisien determinasi ( ) pada adjusted R2 sebesar 0,723. Hal ini berarti 72,3 % variabel keputusan pembelian (Y) dapat dijelaskan oleh variabel kepercayaan, kemudahan, dan kualitas informasi. Sedangkan sisanya 27,7 % dijelaskan oleh variabel-variabel lain di luar model yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Berdasar pada hasil analisis regresi bergandadan temuan penelitian, berikut beberapa saran yang dapat meningkatkan penjualan produk melalui situs kaskus; 1. Berdasar pada hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas informasi berpengaruh paling besar untuk meningkatkan keputusan pembelian. Untuk menjaga dan meningkatkan kondisi seperti ini, FJB Kaskus hendaknya lebih meningkatkan kualitas informasi yang disampaikan dalam mempromosikan produknya. Menampilkan secara spesifik detail produk yang dijual, dilengkapi gambar, harga, serta proses tata cara pembelian. 2. Kemudahan menjadi faktor atau variabel kedua yang mempengaruhi besarnya keputusan pembelian secara online. Artinya untuk meningktkan keputusan pembelian pada masa yang akan datang, ada baiknya jika FJB Kaskus mampu meningkatkan kemudahan pengoperasian dan penjangkauan FJB Kaskus. Semisal dengan, mengintegrasikan situs kaskus dengan jejaring sosial lainnya, seperti Facebook atau Twitter, untuk memudahkan masyarakat menemukan produk yang mereka cari melalui situs Kaskus. 3. Selanjutnya faktor kepercayaan menjadi urutan terakhir sebagai variabel yang mempengaruhi keputusan pembelian pada penelitian kali ini. Artinya, meningkatkan nilai kepercayaan kepada anggota FJB Kaskus menjadi point utama dalam usahanya meningkatkan performa penjualan melalui online. Salah satu langkahnya yaitu, untuk menjadi member dari situs, calon member diharuskan mengisi data atau identitas pribadi secara lengkap. Untuk menghindari penipuan agar lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat aka nisi atau konten dari situs Kaskus

Bisa Baca Selengkapnya Di :

http://eprints.undip.ac.id/29819/1/jurnal.pdf

Kamis, 12 Maret 2015

Contoh dari penalaran induktif dan deduktif Begal Motor yang Meresahkan



Contoh dari penalaran induktif dan deduktif
Begal Motor yang Meresahkan

Pada zaman globalisasi dan modern kini banyak orang memanfaatkan kendaraan roda dua seperti motor untuk melakukan segala aktifitas sehari – hari, mulai dari sekolah, bekerja, ataupun dimanfaat sebagai mata pencaharian sehari – hari.
Keadaan Jakarta yang kemacetannya makin hari semakin parah, kondisi ini membuat masyarakat memilih kendaraan bermotor untuk melakukan aktifitasnya dibandingkan memanfaatkan transportasi umum, yang sudah kita ketahui banyak transportasi umum yang digalangkan oleh pemerintah agar kemacetan dijakarta dan sekitarnya tidak begitu parah.  Mulai dari bis gratis dll.
padahal belakangan ini marak di perbincangkan tentang pembegalan yang sangat mencemaskan para pengendara motor.  Namun karena kondisi sekarang ini tidak urung membuat para pengendara motor berganti transportasi yang lebih aman. Sudah banyak korban yang berjatuhkan atau dirugikan dengan pembegalan yang dilakukan para anggota begal yang sangat membuat kecemasan masyarakat.
Baru – baru ini contohnya adalah daerah depok yang paling ramai diberitakan banyaknya korban berjatuhan karena ulah anggota begal ini. Mereka tidak memandang laki – laki atau pun perempuan. Daerah lain seperti tangerang bekasi dan Jakarta pun berjatuhan korban. Mereka tidak segan-segan membunuh korbannya dengan sadis dan kemudian merampas sepeda motor ataupun harta berharga lainnya yang dibawa korban.
Kebanyakan yang menjadi incaran para anggota korban ini adalah motor yang kondisinya masih baik atau masih standar, atau dengan kata lain masih belum di rubah kondisi motor tersebut, para pengendara motor yang kebetulan pulang larut malam antara jam 01.00 sampai dengan 05.00, dan melewati jalanan yang sepi.
Meraka beraksi di jam – jam tersebut dan bergerombolan 3-4 orang atau lebih. Dengan membawa senjata seperti parang, pisau, celurit sampai dengan senjata api.
Biasanya mereka mengincar para pengendara yang membawa kendaraannya dengan kecepatan stabil dan kebetulan berada ditempat yang sepi, tidak menutup kemungkinan mereka juga mengincar pengendara pengendara yang hanya sekedar berhenti sebentar di pinggir jalan. Mereka memepet kendaraan korbannya sambil menodongkan senjatanya sampai pengendara jatuh. Mereka tidak segan – segan membunuh korbannya.
Tapi kini sudah banyak para anggota begal yang tetangkap oleh polisi, karena setelah banyak berita yang tersebar polisi kemudian cepat bergerak untuk melakukan patroli rutin dan razia rutin agar cepat menuntaskan masalah ini. Selain polisi banyak kita ketahui anggota geng motor juga sangat membantu para pengendara motor. Karena mereka juga melakukan jaga malam disetiap – setiap jalanan yang sepi.
sudah banyak orang – orang yang menyebarkan aturan –aturan untuk para pengendara motor yang pulang larut malam agar selalu waspada.
·         Pulang diusahakan tidak larut malam
·         Keluar malam jiga ada kepentingan
·         Motor diusahakan jangan terlalu standar kondisinya
·         Selalu melihat spion
·         Jangan mengendarakan motornya dengan standar kecepatan yang monoton
·         Memakai pakaian yang mengikuti standar menegndarai motor
·         Jika ada yang dicurigai naikan kecepatan motor dan berhenti ditempat yang ramai atau kantor polisi
·         Hindari jalanan yang sepi.
·         Klakson motor terus menerus jika ada yang dicurigai. Karena hal ini dapat mengundang warga.
·         Jika kita sudah tidak bisa berbuat apa –apa, menyerahlah dan jangan melawan karena nyawa adalah segalanya.
Sekian kutipan dari saya.

Rabu, 22 Oktober 2014

SEGMENTASI PASAR




­­Tugas Kelompok Softskill
Nama: Kasih Falentina
Lussi Dwi Rachmawaty
Nurhalimah
Adlin Daryani
 



SEGMENTASI PASAR

Secara umum Kotller dan Armstrong (2006:183) mengatakan bahwa segmenrtasi pasar adalah pembagian pasar kedalam kelompok-kelompok kecil dan para pembeli dengan kebutuhan-kebutuhan, karakteristik-karakteristik atau prilaku-prilaku yang berbeda yang mungkin memerlukan produk-produk atau bauran-bauran pemasaran yang terpisah (defiding market into smaller groups of buyers with distinct needs, characteristics, or behavior who might require secret products or marketing mixes).
A.    Dasar-dasar untuk segmentasi pasar konsumen
Tidak ada cara tunggal untuk mensegmentasikan suatu pasar. Wseorang pemasar harus mencoba membedakan variabel segmentasi secara tunggal dan secara kombinasi, dengan harapan untuk mendapatkan suatu cara yang bermanfaat guna melihat strukrtur pasar. Variabel-variabel utama yaitu:
1.      Segmentasi Geografik
Segmentasi geografik menghendaki pembagian pasar menjadi unit-unit geografik seperti bangsa, negara bagian, wilayah provinsi, kabupaten, atau tetangga. Perusahaan memutuskan untuk melakukan kegiatan di satu atau beberapa daerah geografik atau melakukan kegiatannya pada semua daerah tetapi hanya memberikan perhatian pada variasi dalam kebutuhan dan referensi geografik. Contohnya General Foods, Maxwel House, kopi dijual secara nasional tetapi dibumbui secara regional. Orang-orang di Barat lebih menyukai kopi kental dibanding orang-orang Timur. Campbell menjual Cajun Gumbo Soup di Lousiana dan Mississipi, membuat sup Nacho Cheese dengan bumbu yang lebih benyak di Texas dan Calofornia, dan menjual produknya Ranchero Beans yang lebih nikmat hanya dibagian selatan dan barat daya Amerika Serikat.
Sekarang banyak perusahaan yang melakukan program pemasaran mereka “menurut wilayah” melokasikan produk, periklanan, promosi dan usaha penjualan untuk memenuhi kebutuhan daerah, kota, dan bahkan wilayah hunian tertentu. Yang lain berusaha mengembangkan daerah yang belum dimanfaatkan. Sebagai contoh, banyak perusahaan besar yang menghidari kota-kota besar dan daerah perkotaan yang kompetitif kemudian mendirikan toko di kota kecil di Amerika. McDonald’s sebagai misal, baru-baru ini membuka sebuah rantai format kecil, Golden Arches Cafes, di kota yang terlalu kecil untuk restorannya yang berukuran standard.
2.      Segmentasi Demografik
Segmentasi demografik adalah suatu proses yang membagi-bagi pasar menjadi kelompok-kelompok berdasarkan variabel-variabel demografik seperti umur, jenis kelamin, ukuran keluarga, daur hidup keluarga, pendapatan, pekerjaan pendidikan, agama, ras, dan kebangsaan. Faktor-faktor demografik merupakan dasar yang palingpopuler untuk menentukan kelompok-kelompok pelanggan. Mengapa? Alasan pertama adalah kebutuhan, keinginan, dan tingkat pemakaian konsumen sering kali sangat erat kaitannya dengan variabel-variabel demografik. Alasan kedua, variabel-variabel demografik lebih mudah diukur dari pada hampir semua jenis variabel lainnya. Bahkan, kalaupun segmen-segmen pasar ditetapkan dengan menggunakan dasar-dasar yang lain (misalnya kepribadian atau prilaku), karakteristik demografik mereka harus diketahui pula untuk menaksir besarnya pasar sasaran dan memenuhi kebutuhan serta keinginan mereka secara berhasil guna.
3.      Segmentasi Psikografik
Dalam segmentasi psikografik, dibagi menjadi beberapa kelompok menurut kelas sosial, gaya hidup, atau karakteristik kepribadian. Orang dalam kelompok demogtafik yang sama bisa saja mempunyai profil demo grafik berbeda.
a.       Kelas sosial
Kelas sosial mempunyai pengaruh yang kuat terhadap pereferensi seseorang dalam memilih mobil, pakaian, perabot rumah, aktivitas santai, kebiasaan baca, pengecer, dan sebagainya. Banyak perusahaan merancang produk dan atau jasa untuk kelas sosial tertentu, membuat ciri-ciri sedemikian rupa sehingga menarik bagi kelas sosial.
b.      Gaya hidup
Gaya hidup pemasar dari berbagai barang dan  merek semakin meningkat dalam melakukan segmentasi pasar mereka berdasarkan gaya hidup konsumen. General Foods menggunakan analisis gaya hidup untuk menempatkan kembali posisi kopi tanpa kafein, Sanka, di pasar dengan sukses. Selama bertahun-tahun, pasar Sanka dibatasi oleh citra produk tersebut yang telah lama. Untuk mengubah situasi ini, General Foods telah melancarkan kampanye periklanan yang telah menempatkan Sanka sebagai minuman idealuntuk gaya hidup yang aktif dan sehat masa kini. Sasaran kampanye iklan ini adalah orang-orang sukes dari semua usia, dengan menggunakan daya tarik orang suksen klasik bahwa Sanka “membuat anda menjadi yang terbaik”. Iklan menunjukkan orang yang suka pada gaya hidup berpetualang, seperti naik perahu kecil di sungai yang berarus keras.
c.       Kepribadian
Pemasar juga telah menggunakan variabel kepribadian untuk mensegementasi pasarnya. Mereka memberikan kepribadian kepada produk mereka sesuai dengan kepribadian konsumen. Strategi segmentasi pasar yang berhasil berdasarklan asuransi dan minuman. Suatu penelitian mengidentifikasi berbagai jenis kepribadian peminum dan membantu Antheuser-Bush menggunakan program pesan dan media untuk mencapai mereka. Penelitian lainnya menemukan bahwa penyumbang donor darah rendah dalam harga diri, tidak berani mengambil resiko tinggi, dan sangat memperhatikan kesehatan mereka. Ini menunjukan bahwa badan-badan sosial harus menggunakan pendekatan pemasaran yang berbeda unutk mempertahakan donor yang ada dan menarik donor-donor baru.
4.      Segmentasi Perilaku
Dalam segmentasi perilaku, pembeli dibagi menjadi kelompok-kelompok berdasarkan pengetahuan, sikap, kegunaan, tanggapan mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar percaya bahwa variabel prilaku adalah titik tolak terbaik untuk membentuk segmen-segmen pasar.
a.       Kesempatan
Pembeli dapat dikelompokan menurut kesempatan ketika mereka mendapat ide, melakukan pembelian, atau menggunakan suatu produk. Segmentasi kesempatan dapat membantu perusahaan membangun kegunaan produk. Misalnya, sari jeruk yang paling banyak dikonsumsi secara umum diwaktu pagi. Sebuah perusahaan sari jeruk dapat mempromosikan sari jeruk untuk dikonsumsi pada waktu makan siang atau makan malam.
b.      Tingkat Pengguna
Pasar juga dapat digolongkan menjadi segmen-segmen pengguna-ringan, pengguna-sedang, pengguna-berat. Pengguna berat sering hanya merupakan suatu persentase kecil aja dari pasar yang bersangkutan tetapi hanya merupakan suatu persentase dari total pembelian tingggi.
c.       Status Kesetiaan
Pasar juga dapat disegmentasikan menurut kesetiaan konsumen. Para konsumen dapat setia pada merek (misalnya Pepsodent), toko (misalnya Gramedia), atau perusahaan (misalnya Bank Bumi Daya). Pembeli dapat pula dibagi dalam kelompok-kelompok menurut tingkat kesetiaan mereka. Ada konsumen yang betul-betul setia, mereka hanya membeli satu merek sepanjang waktu. Konsumen lainnya agak setia, mereka setia pada dua atau tiga merek dari suatu produk tertentu atau lebih menyukai satu merek tertentu tetapi ada kalanya membeli merek-merek yang lain. Terdapat pula konsumen yang sama sekali tidak menunjukan kesetiaan kepada merek manapun juga. Merek yang dibeli tidak sama setiap kali mereka membeli atau mereka selalu membeli suatu merek yang kebetulan sedang diobral.
B.     Kriteria Efektifitas Segmentasi Pasar
Ada bebrapa kriteria yang harus dipenuhi agar segmentasi pasar dapat efektif, yaitu:
1.      Dapat dijangkau (accessable)
Segmen pasar yang sudah dibentuk atau direncanakan belum tentu semua dapat dijangkau atau dilayani oleh perusahaan. Karena adanya hambatan transportasi, luas wilayah, jarak atau karena perilaku masyarakat tertentu, segmen-segmen pasar tersebut tidak atau belum dapat dicapai.
2.      Dapat diukur (measureable)
Meskipu perilaku bagian-bagian pasar adalah heterogen, tetapi dalam kenyataanya sulit untuk melakukan pengukuran perbedaan-perbedaan tersebut. Kriteria dasar pembagian pasar perlu dinyatakan secara jelas dan nyata sehingga perbedaanyapun jadi lebih jelas.
3.      Memberikan Keuntungan (profitable)
Segmentasi pasar bukanlah pekerjaan yang mudah. Apabila segmen-segmen pasar telah terbentuk masing-masing atau sebagian besar tidak memberikan keuntungan dari perbedaan tersebut, maka usaha ini tidak bermanfaat. Artinya hanyalah segmen-segmen yang memberikan peluang untuk keuntungan rancangan tersebut bermanfaat.




C.     Dasar-dasar untuk Mengsegmentasikan Pasar Bisnis
Banyak dari variabel-variabel yang samaseperti yang digunakan dalam segmentasi pasar konsumen, dapat digunakan untuk mengelompokkan pasar bisnis. Pembeli bisnis dapat disegmentasikan secara geografi kata menurut manfaat yang dicari, status pengguna (status pemakai), tingkatpenggunaan (tingkatpemakaian), kesetiaan, tahapkesiapan, dansikap.
Di dalamsebuah industry sasaran tertentu, perusahan dapat melakukan segmentasi menurut pendekatan dan kriteria pembelian. Sebagaicontoh, laboratorium pemerintah, laboratorium perguruan tinggi, dan laboratorium industry secara tipikal berbeda dalam kriteria pembelian instrument ilmiah. Laboratorium pemerintah membutuhkan alat-alat  yang murah (karena mereka mendapat kesulitan memperoleh dana untuk membeli  instrument) dan kontrak servis ( karena mereka mudah sekali mendapatkan uang untuk merawat instrument). Laboratorium perguruan tinggi meninginginkan peralatan yang memerlukan servis regular yang tidak banyak karena mereka tidak memiliki karyawan tetap  yang khusus merawat alat-alat. Laboratorium industrial membutuhkan peralatan yang benar-benar handal karena mereka tidak banyak menyediakan waktu untuk perbaikan.
D.    Penetapan Pasar Sasara
Sasaran pasar adalah pasar yang akan dilayani perusahaan.   Sasaran pasar perlu ditetapkan terlebih dahulu agar strategi dan program pemasaran dapat lebih terarah pada sasarannya. Untuk menetapkan sasaran pasarnya, perusahaan harus terlebih dahulu melakukan penilaian masing-masing kelompok pasar. Segmentasi pasar memberikan peluang bagi perusahaan untuk menentukan kelompok pasar yang akan dipilih sebagai sasarannya. Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan sebagai dasar penilaian masing-masing segmen pasar.
1.      Luas dan pertumbuhan segmen pasar
Perusahaan perlu melihat perkiraan luas pasar, pertumbuhan dan keuntungan pasar dan proyeksinya di masa depan untuk masing-masing segmen. Luas dan pertumbuhan pasar yang tinggi memang menarik, tetapi memerlukan usaha dan sumber daya yang tinggi pula. Seringkali perusahaan memilih segmen pasar yang potensial memberikan keuntungan dimasa depan.


2.      Struktur pasar
Potensial pasar menunjukan kemampuan pasar memberikan hasilnya bagi perusahaan. Akan tetapi struktur pasarlah yang menentukan kemampuan potensi pasar tersebut untuk jangka panjang. Komponen struktur pasar meliputi: situasi persaingan, pengaruh pemasuk, kekuatan pembeli, dan barang-barang pengganti maupun komplementernya. Kekuatan komponen struktur pasar ini merupakan kekuatan keuntungan eksternal yang dapat mempengaruhi kedudukan pasar dalam jangka panjang.
3.      Tujuan dan Kapasitas Perusahaan
Meskipun luas, pertumbuhan, dan struktur pasar lebih menarik, tetapi yang paling menentukan adalah tujuan serta kemampuan perusahaan untuk menguasai sasaran pasarnya. Oleh karena itu, tidak hanya analisis eksternal yang diperlukan, tetapi juga diperlukan analisis internal perusahaan.

E.     Strategi Penguasaan Sasaran Pasar
Strategi penguasaan sasaran pasar meliputi tiga alternatif. Yaiut stratgi pemasaran tanpa membedakan, stretegi pemasaran yang memebedakan, dan strategi pemasaran yang terkonsesntrasi. Perbedaan strategi ini terjadi karena perbedaan persepsi atas homogenitas perilaku pasar, kemampuan perusahaan atau sasaran pasar.
1.      Pemasar yang tidak membedakan (Undifferentiated Marketing)
Pemasaran yang tidak membedakan adalah alternatif penguasaan seluruh pasar. Pasar dipandang sebagai suatu kesatuan (agregat) yang dianggap mempunyai karakter dan perilaku sama (homogen). Oleh karena itu perusahaan merancang pemasaran dengan strategi yang tidak membedakan perbedaan-perbedaan karakter maupun perilaku pasar.
2.      Pemasaran yang memebedaakan (Differentiated Marketing)
Pemasaranyang memebedakan adalah alternatif penguasaan keseluruhan pasar. Pasar dipandang sebagai keseluruhan yang terdiri dari beberapa bagian-bagian (segmen) yang karakter dan perilakunya masing-masing berbeda (heterogen). Oleh karen itu perusahaan merancang masing-masing strategi pemasaran untuk masing-masing segmen pasar.
3.      Pemasaran yang terkonsentrasi (Consentrated Marketing)
Anggapan perusahaan atas perilaku pasar adalah heterogen. Melalui segmentasi pasar, dipilih satu segmen sebagai sasaranya. Pemasaran terkonsentrasi adalah alternatif penguasaan salah satu segmen pasar.




















Produk Baru
            Berdasarkan pemahaman konsep siklus hidup produk, dapat dimengerti bahwa pada setiap awalnya perlu perencanaan produk baru yang sebaik-baiknya. Selaini itu juga diperoleh pemahaman, bahwa setiap produk yang sedang mengalami kemunduran perlu dikembangkan lagi produk baru untuk menggantikan produk lama. Proses penggantian produk lama dapat dilakukan secara wajar atau dapat direncanakan dengan mengusangkan produk lama.
            Pengertian produk baru dapat dipandang dari sudut kepentingan podusen maupun pasar. Baru bagi pasar belum tentu baru bagi produsen.
A.    Pola Produk Diversifikatif
Diversikasi adalah penambahan produk baru yang mempunyai fungsi produk, proses produksi arau teknologi, dan atau sasaran pasar yang berbeda dengan produk lama. Diversifikasi produk dapat dibedakan dalam beberapa pola. Perbedaan tersebut didasarkan pada kombinasi penggunaan fasilitas produksi atau teknologi (konvergen atau divergen) dan atau fasilitas pemsaran (konvergen atau divergen).
Pola diversifikasi:
1.      Konsentris (produkuksi konvergen dan pemasaran divergen)
2.      Horizontal (produksi divergen dan pemsaran konvergen)
3.      Konglomerat (produksi konvergen dan pemasartan konvergen)
B.     Sasaran Produk Baru
Tidak setiap pelanggan akan dapat diharapkan menerima atau membeli produk baru. Karena tidak setiap pelanggan akan segera menerima sesuatu yang baru tetepi juga tidak setiap pelanggan akan tetap menyukai produk lama.  Banyaknya pelanggan yang segera menerima maupun terlamabat menerima produk baru tersebar dalam bentuk distribusi norma. Sebagian besar masyarakat adalah segera dan lambat menerima produk baru. Hanya sedikit orang yang menyukai hal baru  (inovatif) dan bersedia menerimanya dan juga hanya sedikit masyarakat yang sangat terlamabat menerima produk baru atau tetap menyukai produk lama.


C.     Proses Penularan Penerimaan Produk Baru
Diharapkan kelompok-kelompok kecil yang segera bersedia menerima produk baru dapat menularkan pengadopsian produk baru kemasyarakat yang lebih luas. Penularan tersebut dapat melalui tiga proses:
1.      Trickle-down effect
2.      Trickle-across efect
3.      Trickle-up effect
D.    Proses Menerima Produk Baru
Produk baru dapat diterima melalui lima tahapan.
1.      Kesadaran
2.      Minat
3.      Evaluasi
4.      Mencoba
5.      Menerima
Sangat jarang terjadi seseorang yang akan menerima atau memebeli produk baru apabila belum atau tidak mengenala produk tersebut sama sekali. Oleh karena itu, langkah pertama proses penerimaan produk baru adalah pengakuan atau kesadaran adanya produk baru tersebut pada tahap kesadaran.
Langkah berikut setelah menyadari adanya produk baru adalah ketertaitka terhadapa  produk tersebut. Minat terhadap produk baru terbentuk karena atribut-atribut produk berbeda dan lebuh unggul terhadap produk pesaing. Daya tarik produk dapat membangkitkan minat calon pembeli.
Minat yang dimunculkan oleh produk baru perlu dinilai apakah kelebihan-kelebihan yang ada dapat dipercaya. Ataukah tawaran produk baru dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.
Apabila penilaian terhadap produk baru memebrikan hasil yang positif-artinya produk baru mamapu memenuho kebutuhan-kebutuhan pelanggan-maka perlu mencobanya terlebih dahulu.
Dan apabila dari hasil mencoba memakai produk baru memberikan hasil yang baik, pelanggan akan percaya produk baru mampu memenuhi lebutuhan yang diharapkannya. Pelanggan akhirnya menerima tawaran produk baru .
E.     Karakter Produk yang Mempengaruhi tingkat Penerimaan
Proses penerimaan produk baru akan banyak dipengaruhi oleh stimulasi dari karakter produk baru itu sendiri. Yaitu apabila produk baru tersebut mempunyai karakteristik: keunggulan relatif terhadap produk pesaing, kompatible (dapat dikaitkan atau dioperasikan dengan produk lain), kompleks (tidak terlalu sederhana), gampang dicoba, dan mudah diamati atau dievaluasi (membantu mempermudah dalam memberikan penilaian positif atas produk baru).
F.      Kanibalisasi Produk
Kanibalisasi produk adalah prises introduksi produk baru yang mampu menggeser sebagian atau keseluruhan dari penjualan produk lama.
Planned Canibalization adalah proses kanibalisasi produk yang direncanakan saatnya untuk memeperetahankan market-share perusahaan.
Preemptive Canibalization adalah proses kanibalisasi produk yang dilakukan sebelum waktunya produk lama harus ditarik dari peredaran. Dilakukan untuk menghindari ketidak puasan konsumen, teknologi, keterbatasan sumberdaya.
G.    Product Obselescense
Produk obselescense adalah usaha pemasaran mengusangkan produk lama agar tidak lagi diminati oleh pelanggan. Atribut produk yang diusangkan adalah bentuk (style) atau fungsi produk. Yaitu dengan melakukan introduksir bentuk maupun fungsi produk yang lebih baru. Tujuannya adalah untuk tetap menjaga atau bahkan meningkatkan penjualan melalui produk lama.
1.      Style Obselescence, adalah pengusangan model produk yang direncanakan dengan meluncurkan produk model baru ketika model lama masih digemari. Pemakai produk lama akan merasa keitinggalan model (secara psikologis), sehingga perlu untuk menggantinya dengan produk yang lebih baru.
2.      Functional Obselescence, adalah pengusangan fungsi atau teknologi produk. Dengan memperkenalkan fungsi yang lebih baru (adanya tamabahan fungsi atau adanya perbedaan fungsi) maka secara teknologi prosuk yang masih beredar menjadi produk usang.
3.      Postponed Obselescence, adalah penundaan pengusangan produk. Karena pertimbangan biaya atau pasar, maka peluncuran produk baru ditunda walaupun secara teknologi telah memungkinkan untuk diproduksi. Apabila permintaan masih cukup baik, dan biaya untuk produksi baru secara komersial masih cukup tinggi, maka perlu ditunda pengusangan produk lama yang masih beredar.
H.    Product Mix
Product mix (juga disebut Product assortment) adalah keseluruhan jajaran produk dan unsur produk yang ditawarkan produsen kepada pembeli.
Lebar (breadth) dari product mix adalah banyaknya jajaran produk yang dihasilkan dan dijual ke pasar.
Dalam (dept) dari product mix adlah banyak variasi (unsur) produk pada masing-masing jajaran produk.
Panjang (length) dari produk mix adalah jumlah keseluruhan unsur produk yang ditawarkan. Rata-rata dari product mix adalah jumlah unsur product (panjangnya product mix) dibagi dengan jumlah lebar dari product mix.
Contoh product mix PT. Unilever
Productmix breadth
Pasta gigi
shampo
deodoran
Skin care
Sabun
Pepsodent
Cole-up
LeSancy
Sunsilk
Timotei
Dimension
Rexona
Impulsa
Vaseline
Lux
Lifebouoy






I.       Product Mix yang Optimal
Setiap produsen akan berusaha menciptakan product mix yang optimal. Tujuannya agar dapat mengkombinasikan produk yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan konsumen juga mampu mengoptimalkan keuntungan.
Strategi product mix berusaha merencanakan kombinasi produk yang optimal dengan mendayagunakan sumberdaya perusahaan agar dapat memanfaatkan peluang pasar. Beberapa pilihan strategi product mix adalah:
1.      Ekstensif dengan jajaran penuh.
Perusahaan berusaha melengkap produknya untuk memenuhi segenap lapisan pasar bahkan dengan produk-produk yang tidak berkaitan.
2.      Intensif dengan jajaran terbataa.
Produsen membatasi hanya memenuhi beberapa atau bahkan satu segmen pasar saja. Kemudian berusaha memenuhi dengan berbagai produk dengan intensif.
3.      Jajaran produk yang selektif.
Produsen membatasi tidak hanya pada segmen pasar yang dituju tetapi juga variasi produk yang ditawarkan untuk masing-masing jajaran produk adalah juga terbatas.
4.      Perusahaan produk tunggal
Beberapa perusahaan memproduksi dan mendistribusikan hanya satu macam produk saja. Perusahaan ini menfaatkan keberhasilannya pada sistem distribusi atau teknologi yang benar-benar dikuasai dengan baik.

Mengapa segementasi pasar itu diperlukan?
Segmentasi segmentasi pasar diperlukan karena:
1.      Perusahaan dapat lebih baik memahami perilaku segmen-segmen pasar yang lebih homogen sehingga dapat lebih baik dalam melayani kebutuhan-kebutuhan mereka. Program pemasaran dapat lebih diarahkan sesuai dengan perilaku dan kebutuhan masing-masing segmen pasar.
2.      Apabila pasar terlalu luas dan berperilaku sangat beragam, perusahaan dapat memilih satu atau beberapa segmen pasar saja. Sehingga kapasitas pasar dapat lebih sesuai dengan luas segmen-segmen pasar yang terbentuk.

Daftar Pustaka:
Philip Kotler & Gary Armstrong, Dasar-dasar Pemasaran edisi keenam
Teguh Budiarto, Dasar Pemasaran, Universitas Gunadarma